struktur-modal
01/05/2021

Struktur Modal Pada Bisnis: Pengertian, Teori, Faktor

By admin

Definisi struktur modal

struktur-modal

Struktur modal ini merupakan ekuilibrium atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing dalam hal ini adalah hutang jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan modal sendiri akan dibagi menjadi laba ditahan serta harta perusahaan.

Struktur modal yang optimal ini merupakan struktur modal yang kemudian mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan return guna memaksimalkan harga saham. Oleh karena itu, dalam menentukan struktur modal suatu perusahaan, semua variabel yang mempengaruhinya harus dipertimbangkan.

Struktur permodalan ini merupakan masalah yang sangat penting bagi suatu perusahaan karena baik buruknya struktur modal tersebut tentunya akan berdampak langsung pada kondisi atau kedudukan keuangan perusahaan tersebut, apalagi bila terdapat jumlah hutang yang sangat besar yang tentunya merupakan menjadi beban perusahaan.

Pengertian struktur modal menurut para ahli

Untuk lebih memahami struktur permodalan ini, kita dapat mengacu pada pendapat beberapa ahli, di antaranya sebagai berikut:

Setelah J.Fred Weston dan Thomas E. Copeland (1996)

Struktur permodalan ini merupakan pembiayaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen dan modal pemegang saham.

Menurut Keown et al. (2000)

Struktur modal ini merupakan kombinasi atau kombinasi dari sumber pendanaan jangka panjang yang digunakan oleh suatu perusahaan.

Setelah Farah Margaretha (2004)

Struktur permodalan kemudian menggambarkan pembiayaan jangka panjang suatu perusahaan yang terdiri dari hutang jangka panjang dan modal sendiri.

Menurut Halim (2007: 78)

Struktur permodalan ini merupakan keseimbangan hutang jangka pendek yang bersifat tetap, saham preferen, hutang jangka panjang, dan juga saham biasa. Teori struktur modal juga menyatakan ada tidaknya perubahan struktur modal akan mempengaruhi nilai suatu perusahaan, dengan syarat keputusan investasi dan kebijakan dividen tidak berubah. Jika ada pengaruh berarti struktur modal terbaik, tetapi jika tidak ada pengaruh berarti tidak ada struktur modal terbaik juga.

Tujuan struktur modal

Tujuan dari manajemen struktur modal adalah untuk berkolaborasi pada sumber pendanaan permanen yang digunakan perusahaan dalam usahanya untuk memaksimalkan atau memaksimalkan perusahaan. Menemukan struktur modal yang optimal adalah tugas yang sangat sulit karena konflik yang menyebabkan biaya keagenan. Konflik lama muncul antara pemegang saham dan pemegang obligasi dalam menentukan struktur modal perusahaan yang optimal. Untuk mengurangi kemungkinan bahwa manajemen akan mengambil risiko yang tidak semestinya atas nama pemegang saham, perlu untuk menetapkan beberapa batasan perlindungan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal

Ada beberapa faktor yang dapat atau dapat mempengaruhi struktur permodalan, diantaranya sebagai berikut:

Struktur aset (berwujud)

Beberapa dari perusahaan ini kemudian melakukan investasi pada properti, pabrik dan peralatan dimana pemenuhan modal dari modal tetap, yaitu modal sendiri, diutamakan, sedangkan hutangnya bersifat komplementer. Semakin besar aset perusahaan, yaitu modal kerja, maka semakin optimal pemenuhan kebutuhan dana hutangnya. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh struktur aset terhadap struktur modal perusahaan.

Kesempatan tumbuh

Ini adalah kesempatan bagi perusahaan untuk berinvestasi secara menguntungkan. Teori keagenan kemudian menggambarkan hubungan negatif antara leverage dan peluang. Meskipun demikian, perusahaan cenderung kehilangan peluang dalam hal berinvestasi secara menguntungkan.

Ukuran perusahaan (ukuran formulir)

Perusahaan besar lebih terdiversifikasi daripada perusahaan kecil. Oleh karena itu, memungkinkan terjadinya kesalahan kecil dalam menjalankan bisnis / kebangkrutan. Perusahaan sering dijadikan indikator besar kecilnya kebangkrutan perusahaan. Yang merupakan perusahaan berukuran lebih besar yang dipandang lebih mampu menghadapi krisis bisnis.

profitabilitas

Perusahaan dengan keuntungan yang superior tentu saja memiliki lebih banyak sumber daya internal daripada perusahaan dengan keuntungan rendah. Perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi kemudian berinvestasi dengan hutang yang relatif kecil. Tingkat bunga untuk imbal hasil yang tinggi dapat digunakan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaannya dari dana internal. Hal ini kemudian menunjukkan bahwa laba juga mempengaruhi struktur modal.

Resiko bisnis

Risiko bisnis dapat atau dapat mempersulit perusahaan untuk melakukan pembiayaan eksternal. Sehingga secara teori hal ini berdampak pada leverage perusahaan.

Struktur modal target

  • Struktur modal target ini adalah kombinasi dari saham preferen dan saham yang akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan modal.
  • Kebijakan struktur modal ini kemudian memasukkan pertukaran antara risiko dan pengembalian. Risiko yang lebih tinggi kemudian cenderung menurunkan harga saham, tetapi ekspektasi return yang lebih tinggi tersebut akan meningkatkannya. Oleh karena itu, struktur modal yang optimal harus memiliki keseimbangan antara risiko dan return agar harga saham perusahaan dapat atau dapat dimaksimalkan.
  • Sasaran faktor struktur modal

Empat faktor utama yang kemudian mempengaruhi keputusan struktur modal adalah sebagai berikut:

  • Resiko bisnis,
  • Posisi pajak,
  • Fleksibilitas finansial,
  • Konservatisme atau agresivitas manajemen.

Risiko bisnis dan keuangan

Risiko bisnis ini merupakan risiko yang terkait dengan bisnis perusahaan saat perusahaan tidak menggunakan hutang. Perusahaan memiliki resiko usaha kecil jika permintaan terhadap produk yang dihasilkannya stabil, jika harga input maupun produknya relatif konstan, jika perusahaan dapat atau dapat menyesuaikan harganya, yaitu dalam hal tidak ada kenaikan. dalam biaya dan jika sebagian besar biaya adalah biaya variabel, biaya tersebut akan turun seiring penurunan penjualan. Hal-hal lain kemudian dianggap sama. Semakin rendah risiko bisnis suatu perusahaan maka semakin tinggi pula rasio utang yang optimal.

Faktor risiko bisnis

Risiko bisnis bergantung pada sejumlah faktor termasuk:

  • Variabilitas permintaan,
  • Variabilitas harga jual,
  • Variabilitas biaya input,
  • Kemampuan untuk menyesuaikan harga output dengan perubahan biaya input,
  • Kemampuan untuk mengembangkan produk baru pada waktu yang tepat dan juga hemat biaya sehubungan dengan risiko risiko asing,
  • Komposisi biaya tetap: tuas operasi (Tuas operasi menunjukkan sejauh mana biaya tetap ini digunakan dalam operasi bisnis suatu perusahaan

Teori struktur modal

Terdaot sejumlah teori yang berkaitan dengan struktur modal, penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Teori pendekatan tradisional

Pendekatan tradisional ini kemudian menyatakan bahwa akan ada struktur modal yang optimal. Artinya struktur modal mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan, dimana struktur modal dapat atau dapat berubah sehingga nilai perusahaan yang optimal dapat dicapai.

2. Teori pendekatan Modigliani & Miller

Teori ini kemudian dibagi menjadi dua bagian:

Sebuah. Teori MM tanpa pajak

Teori struktur modal pertama ini adalah teori Modigliani & Miller. Pendapat Anda tentang struktur modal tidak relevan atau tidak ada sangkut pautnya dengan nilai perusahaan. Kemudian ia membuat asumsi-asumsi dalam membangun teori mereka, diantaranya sebagai berikut:

  • Tidak ada biaya agensi
  • Bebas pajak
  • Investor dapat mengalami hutang, dengan tingkat bunga yang sama dengan perusahaan
  • Investor memiliki informasi yang mirip dengan manajemen tentang prospek masa depan perusahaan
  • Tidak ada biaya kebangkrutan
  • EBIT tanpa pengaruh penggunaan hutang
  • Investor adalah pengambil harga
  • Jika terjadi kebangkrutan, aset tersebut dijual dengan harga pasar

b. Teori MM dengan pajak

Teori bebas pajak yang kemudian dianggap tidak realistis dan kemudian memasukkan pajak ke dalam teorinya. Pajak yang dibayarkan kepada pemerintah berarti arus keluar dana. Hutang dapat atau dapat digunakan untuk menghemat pajak karena dapat atau dapat digunakan sebagai pengurang pajak.

3. Teori kompromi tentang struktur modal

Menurut pendapatnya, yang kemudian diungkapkan oleh Myers (2001), “perusahaan berhutang ini pada hutang tertentu, yaitu penghematan pajak dari hutang tambahan seperti biaya kesulitan keuangan”.

Penentuan trade-off theory dalam struktur modal yang optimal menggunakan faktor antara biaya keagenan, pajak dan juga biaya kesulitan, namun tetap mempertahankan asumsi informasi simetris dan efisiensi pasar sebagai penyeimbang dan juga manfaat penggunaan utang. Dengan hutang yang optimal, tentu saja, ini tercapai ketika pajak disimpan untuk mencapai jumlah maksimum dengan mengorbankan kesulitan.

4. Teori pecking order

Teori ini kemudian menjelaskan mengapa perusahaan memiliki laba yang lebih tinggi dan hutang yang lebih rendah. Secara khusus, perusahaan memiliki urutan preferensi untuk penggunaan dana mereka.

Skenario urutannya adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan memiliki pandangan internal
  • Perusahaan menghitung target rasio pembayaran berdasarkan estimasi peluang investasi.
  • Adanya kebijakan konstan yang menggabungkan fluktuasi serta peluang investasi tanpa prediksi sehingga arus kas menjadi lebih besar dari belanja modal.
  • Jika diperlukan secara eksternal, perusahaan menerbitkan sekuritasnya yang paling aman.

5. Teori asimetri dan pensinyalan

Jadi, teori ini mengatakan bahwa para pihak dalam perusahaan tidak memiliki informasi yang sama tentang prospek dan risiko perusahaan. Pihak tertentu memiliki lebih banyak informasi daripada yang lain. Teori ini kemudian dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  • Myers dan Majluf: Menurutnya, ada asimetri informasi antara pihak luar dan pengelola.
  • Memberi sinyal: Dia kemudian mengembangkan modal, yang struktur modalnya merupakan sinyal, untuk membawa manajer ke pasar.

6. Teori agensi (pendekatan agensi)

Dengan pendekatan ini, struktur permodalan kemudian disusun sedemikian rupa sehingga hanya konflik kepentingan yang dikurangi. Kemudian untuk melakukan perhitungan struktur modal, perusahaan harus menggunakan software akuntansi online seperti jurnal.

Komponen struktur modal

Menurut Riyanto (2008: 227) terdapat komponen struktur modal yang terdiri dari modal asing dan modal sendiri. Penjelasan lengkap diberikan di bawah ini.

Modal asing

Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang asalnya berasal dari luar perusahaan yang sifatnya hanya berfungsi sementara untuk perusahaan dan juga untuk perusahaan yang terkait dengan modal tersebut. Itu adalah hutang yang harus dilunasi sampai nanti.

Keputusan untuk menggunakan hutang harus memperhitungkan jumlah biaya tetap yang timbul dari hutang tersebut dalam bentuk bunga, yang mengarah pada leverage keuangan yang lebih besar serta pengembalian yang semakin tidak pasti bagi pemegang saham biasa. Modal asing atau modal pinjaman kemudian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Utang jangka pendek
    Utang jangka pendek ini adalah modal asing dengan waktu pengembalian modal maksimal satu tahun. Sebagian besar hutang jangka pendek ini terdiri dari kredit perdagangan, yaitu kredit yang sedang atau dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.
  • Hutang jangka menengah
    Hutang jangka menengah ini adalah hutang dengan jangka waktu pengembalian lebih dari satu tahun atau kurang dari 10 tahun. Hutang jangka menengah ini kemudian dibagi menjadi dua bagian, yaitu pinjaman
  • jangka tetap dan leasing
    Pinjaman berjangka ini merupakan pinjaman usaha dengan usia lebih dari setahun dan juga kurang dari 10 tahun.
  • Sewa ini adalah instrumen atau cara memperoleh jasa dari aset tetap. Ini pada dasarnya sama dengan menjual obligasi untuk layanan dan kepemilikan aset tersebut. Ini kemudian tidak membedakan dari hak milik.
    Kewajiban jangka panjang
  • Hutang jangka panjang ini adalah hutang dengan jangka waktu pembayaran yang sangat lama, biasanya lebih dari 10 tahun. Bentuk hutang jangka panjang termasuk obligasi dan pinjaman hipotek.

Keadilan

Ekuitas atau ekuitas juga merupakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan ditanamkan pada perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Ekuitas ini kemudian diharapkan tetap ada di perusahaan tanpa batas waktu sementara modal pinjaman memiliki tanggal jatuh tempo. Dalam suatu perusahaan, modal sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Bagikan modal
    Modal saham ini merupakan bukti pengembalian saham atau partisipan dalam suatu perusahaan. Jenis saham yang ada yaitu saham biasa, saham preferen, saham preferen terakumulasi, dan lain sebagainya.
  • Reservasi
    Cadangan yang dimaksud di sini merupakan penyisihan dari laba yang diperoleh perusahaan pada periode sebelumnya atau tahun berjalan. Cadangan yang termasuk dalam ekuitas antara lain cadangan modal kerja, cadangan ekspansi, cadangan devisa, cadangan untuk menampung hal-hal atau peristiwa yang tidak diduga sebelumnya (cadangan umum).
  • Pendapatan yang Ditahan

Sumber :