Metabolisasi-definisi-proses-fungsi-dan-tipe
23/03/2021

Metabolisasi: definisi, proses, fungsi dan tipe

By admin

Definisi metabolisme

Metabolisme adalah kata dari bahasa Yunani dan dikenal oleh sebagian besar masyarakat, terutama yang bekerja di dunia medis. Orang biasa sering mengucapkan kata untuk menunjukkan obesitas yang dideritanya dengan kedok metabolisme yang buruk. Kata tersebut tentunya tidak asing lagi bagi mereka yang menimba ilmu di dunia sains atau ilmu alam (IPA).

Metabolisasi-definisi-proses-fungsi-dan-tipe

Meski kata ini sering digunakan dalam pembentukan kalimat atau dalam bahasa, banyak yang belum memahami arti kata metabolisme. Faktanya, sebagian orang memahami bahwa kata metabolisme memiliki arti yang sama dengan sistem kekebalan tubuh dan itu sebenarnya tidak benar. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk kurangnya pengetahuan tentang dunia sains.

Proses metabolisme

1. Metabolisme karbohidrat

Proses metabolisme karbohidrat merupakan proses kimiawi yang berlangsung di dalam tubuh dengan tujuan mengolah karbohidrat yang masuk. Dalam karbohidrat, bentuk utama atau terpenting adalah glukosa, gula sederhana atau monosakarida. Kemudian untuk susunan gula yang tidak sederhana atau lebih kompleks disebut polisakarida.

Zat tersebut kemudian mengalami proses hidrolisis saat terjadi proses mencerna atau mencerna makanan di dalam tubuh makhluk hidup. Selama hidrolisis, polisakarida dipecah menjadi monosakarida dengan bantuan atau menggunakan molekul air atau H2O. Pemecahan karbohidrat di mulut juga dibantu oleh enzim ptialin, yang menghidrolisis pati.
Lihat juga: impuls dan impuls

2. Metabolisme protein

Protein adalah protos dari bahasa Yunani, yang juga berarti polimer atau senyawa kompleks monomer asam amino. Metabolisme protein merupakan proses deskriptif dan fisik, serta proses kimiawi yang menyebabkan sintesis asam amino membentuk protein. Asam amino yang menyusun protein mengandung unsur nitrogen, atau N.

Sintesis asam amino dibutuhkan oleh tubuh karena senyawa tersebut berperan sebagai pembangun senyawa penting lainnya seperti histamin. Tidak hanya itu, senyawa penting lainnya yang terbentuk adalah neurotransmitter, dan nukleotida serta asam amino dapat berubah menjadi lemak. Lemak ini kemudian diubah menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh.

3. Metabolisme lemak

Metabolisme lemak adalah proses kimiawi yang mengarah ke proses katabolik dan anabolik dengan penambahan energi. Pada proses anabolik dihasilkan zat-zat yaitu trigliserida, badan keton dan hormon serta second messenger. Metabolisme lipid juga dikenal sebagai proses yang kompleks dan melibatkan banyak reaksi dan jalur pensinyalan yang berbeda.
Fungsi metabolisme
1. Penggantian sel atau jaringan yang rusak

Salah satu proses metabolisme adalah metabolisme protein, dimana protein merupakan polimer yang tersusun dari monomer asam amino. Polimer tersebut yaitu protein memiliki berbagai fungsi, salah satunya untuk membangun struktur sel atau menggantikan sel yang rusak. Bisa diartikan bahwa dengan metabolisme yang baik pasti memiliki sel yang baik tidak ada yang membahayakan.
2. Jaringan pernafasan di dalam tubuh
3. Pertumbuhan jaringan tubuh
Jenis metabolisme
1. Katabolisme

Katabolisme memiliki dua fungsi: Yang pertama adalah menyediakan bahan baku untuk proses sintesis yang dilakukan oleh molekul lain. Fungsi katabolisme kedua adalah memberikan energi yang dibutuhkan saat aktivitas sel terjadi. Reaksi yang terjadi selama proses katabolik adalah reaksi oksidasi yang mengkonsumsi energi bebas dan tentunya bantuan enzim.
Lihat juga: manajemen catatan

Ada 4 tahapan dalam proses katabolisme, yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asam sitrat, dan transpor elektron. Tahap glikolisis berlangsung di sitoplasma dengan substrat glukosa dan menghasilkan 2 ATP, 2 asam piruvat dan 2 NADH. Substrat merupakan molekul yang kemudian menjadi target kerja enzim.

Proses glikolisis dapat diartikan sebagai proses yang mengubah glukosa menjadi molekul piruvat dan kemudian menghasilkan NADH dan ATP. ATP akan berperan sebagai penyimpan energi, sedangkan NADH merupakan bagian dari proses transpor elektron dan menghasilkan ATP. Perlu juga dicatat bahwa hingga dua diperlukan sebagai sumber energi untuk memproses glikolisis.

Kemudian tahap kedua, yaitu dekarboksilasi oksidatif, berlangsung di mitokondria dengan substrat asam piruvat dan asetil-CO-A. Tempat yang lebih tepat dari proses ini adalah membran intermitokondria, dan proses ini sering disingkat DO. Dekarboksilasi oksidatif adalah reaksi yang digunakan untuk mengubah pirografi

 

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/